Disain Studi/Penelitian Dan Aplikasinya Dalam Epidemiologi

Disain Studi/Penelitian Dan Aplikasinya Dalam Epidemiologi

Disusun oleh:

Nia Nurfadillah

CMR0190025

KESMAS REG.A

Semester III

Epidemiologi adalah studi tentang distribusi dan determinan penyakit pada populasi. Studi epidemiologi dibedakan menjadi dua kategori: (1) epidemiologi deskriptif; dan (2) epidemiologi analitik. Desain study ini digunakan untuk mempermudah dalam penelitian yang terkait dengan berbagai faktor penyebab, akibat, serta hubungan antar berbagai faktor. berikut adalah kerangka garis besar beberapa desain study epidemiologi.

 

Manfaat Disain Studi utuk Epidemiologi yaitu Mengidentifikasi, Mencegah & Mengontrol masalah kesehatan/penyakit . selain itu juga untuk mendapatkan Informasi untuk perencanaan Yankes seperti:  Indentifikasi determinant dan penyebab dan Menguji hipotesis/asumsi. Disain Studi  juga mengarahkan bagaimana investigasi dan  tahap-tahap pengumpulan data dilakukan.

Taxonomi Penelitian Epidemiologi

A. Berdasarkan tujuan:

1. Descriptive studies yaitu Mendeskripsikan kejadian suatu  outcome

2. Analytic studies yaitu Mendeskripsikan  asosiasi antara  exposure dan outcome 

3. Epidemiologi Deskriptif  yaitu Menjelaskan distribusi masalah kesehatan terutama berdasarkan faktor orang, tempat dan waktu  

4. Epidemiologi Analitik yaitu studi mengenai determinants dari masalah kesehatan

B. Berdasarkan bingkai waktu    

 

C. Berdasarkan ada tidaknya perlakuan  

1. Experimental yaitu Peniliti mempunyai kontrol terhadap pemaparan

2. Observational yaitu Peneliti mengamati pemaparan yg terjadi secara secara alamiah (Peneliti tidak memanipulasi pemaparan)

D. Berdasarkan penelusuran sebab-akibat  

a. Tak ada: - Penelitian diskriptif

b. Ada:

1. Ke depan (forward looking): dari exposure ke outcome, seperti Kohort prospektif,  Kohort retrospektif, Studi intervensi

2. Ke belakang (backward looking) dari outcome ke exposure, seperti Kasus-kontrol

E. Berdasarkan pengambilan informasi faktor sebab & akibat  

1. Studi kros-seksional adalah Informasi status sebab & akibat pada saat yang sama  

2. Studi longitudinal adalah Informasi status sebab & akibat pada saat yang berbeda (sebab yang terjadi waktu yang lalu atau sedang berjalan) seperti Studi kasus-kontrol, Studi kohort, Studi intervensi

 

Studi Kohort yaitu memilih sekelompok orang (kohort) tidak sakit (tanpa penyakit yang diteliti) berdasarkan ada / tidaknya suatu faktor risiko (konsumsi red meat). Kelompok tersebut kemudian diikuti selama periode waktu untuk melihat terjadinya penyakit yang diteliti (kanker kolon). Prospektif dan retrospektif (menggunakan data yang sudah ada)

Kekuatan Studi kohort

1. Pilihan desain untuk studi dimana pajanan jarang

2. Dapat mempelajari asosiasi antara satu pajanan dengan outcome lebih dari satu

3. Dapat memperlihatkan hubungan  temporal antara pajanan dan outcome

4. Bias pengukuran pajanan dapat diperkecil

5. Dapat mengukur incidence

Keterbatasan Studi Kohort

1. Tidak efisien untuk meneliti penyakit yang jarang terjadi

2. Jika prospective, biaya besar dan waktu lama

3. Jika retrospective, perlu catatan yang adekuat

4. Kemungkinan losses to follow-up besar dan merupakan ancaman validitas hasil penelitian

Studi Kasus Kontrol yaitu mulai dari kelompok kasus (menderita penyakit yang diteliti) dan kelompok pembanding yang tidak menderita penyakit, kelompok kontrol. Exposure (risiko) pada masa lampau dari kedua kelompok tersebut kemudian akan diteliti. Apabila exposure pada lampau lebih sering terdapat pada kelompok kasus, maka ini merupakan bukti bahwa exposure menyebabkan penyakit

Kelebihan Studi Kasus-Kontrol

1. Efektif untuk kasus yang sedikit yaitu cocok untuk penyakit yang jarang  

2. Dapat meneliti banyak variabel bebas   

3. Sampel relatif kecil yaitu murah & cepat  

4. Yang diambil kasus yaitu tak perlu menunggu masa inkubasi dan cocok untuk penyakit yang masa inkubasi panjang

Kekurangan Studi Kasus-Kontrol

1. Rawan terhadap recall bias dalam penentuan pemapar

2. Menghasilkan OR yang belum tentu merupakan estimasi yg baik thd RR

3. Bila menggunakan kasus prevalens dapat mengakibatkan bias  

Cross Sectional Study yaitu Studi yang mempelajari hubungan penyakit dan paparan dengan cara mengamati status paparan dan penyakit serentakpada individu2 dalam suatu populasi pada suatu Saat.

Kelebihan Cross Sectional Study

1. Dana relatifmurah

2. Staf peneliti terbatas

3. Waktu relatif pendek

 

Kekurangan Cross Sectional Study

1. Informasi terbatas, hanya sesaat

2. Kejadian penyakit hubungan sebab relatif

3. Masih diperlukan data lain

4. Penyakit akut tidak dianjurkan

 

 

 

Daftar Pustaka

PPT yang sudah diberikan oleh Dosen

https://rossisanusi.files.wordpress.com/2013/09/desain-studi.pdf 

http://catatankuliahdatin.blogspot.com/2018/01/desain-studi-epidemiologi.html 

https://dinus.ac.id/repository/docs/ajar/MATERI_Desain_Studi_Epidemiologi_%28SIK_3%29.pdf 

 

Komentar