Ukuran-Ukuran Epidemiologi

Ukuran-ukuran yang digunakan dalam epidemiologi

Disusun oleh:

Nia Nurfadillah

CMR0190025

KESMAS REG.A

Semester III

Epidemiologi merupakan suatu ilmu yang lebih banyak menggunakan nilai-nilai kuantitatif dalam mengukur nilai kuantitas. Pengukuran kuantitatif yang paling sederhana adalah perhitungan jumlah orang menderita suatu penyakit tertentu atau sejumlah orang dengan ciri tertentu dalam suatu kelompok penduduk yang diamati. Perhitungan frekuensi penyakit dimaksudkan untuk menilai keadaan penyakit pada suatu populasi tertentu. 

Ukuran epidemiologi rata (angka, rasio, dan proporsi) adalah tiga serangkai bentuk dasar ukuran epidemiologi. Ketiga bentuk dasar perhitungan ini merupakan bentuk yang paling sering dipakaiuntuk mengukur dan menjelaskan peristiwa kesakian, kematian, dan nilai statistik vital. Misalnya kesakitan bila diukur dengan angka insiden dan angka seraman, dan kematian dengan angka kematian.

Ukuran-ukuran epidemiologi:

1. UKURAN MORBIDITAS
Ukuran atau angka morbiditas adalah jumlah penderita yang dicatat selama 1 tahun per 1000 jumlah penduduk pertengahan tahun. Angka ini dapat digunakan untuk menggambarakan keadaan kesehatan secara umum, mengetahui keberahasilan program program pemberantasan penyakit, dan sanitasi lingkungan serta memperoleh gambaran pengetahuan pendudukterhadap pelayanan kesehatan. Secara umum ukuran yang banyak digunakan dalam menentukan morbiditas adalah angka, rasio, dan porors

2.  UKURAN FERTILITAS

a) Crude Birth Rate (CBR) Angka kelahiran kasar
Angka kelahiran kasar adalah semua kelahiran hidup yang dicatat dalam 1 tahun per 1000 jumlah penduduk pertengahan tahun yang sama.
Rumus:  CBR = (B/P)k
B = semua kealhiaran hidup yang dicata
P = Jumlah penduduk pertengahan tahun yang sama.
k = konstanta(1000)

b) Age Spesific Fertilty Rate (ASFR) Angka fertilitas menurut golongan umur
Angka fertilitas menurut golongan umur adalah jumlah kelahiran oleh ibu pada golongan umur tertentu yang dicatat selam 1 tahun yang dicata per 1000 penduduk wanita pada golongan umur tertentu apda tahun yang sama
Rumus:   ASFR = (F/R)k
F = Kelahiran oleh ibu pada golongan umur tertentu yang dicata
R = Penduduk wanita pada golongan umur tertentu pada tahun yang sama

c) Total Fertility Rate ( TFR) Angka fertilitas total
Angka fertilitas total adalah jumlah angka fertilitas menurut umur yang dicatat sealma 1 tahun
Rumus:  TFR = Jumlah angka fertilitas menurut umur X k  

3. UKURAN MORTALITAS
 Case Fatality Rate (CFR) Angka kefatalan kasus
CFR adalah perbandingan antara jumlah kematian terhadap penyakit tertentu yang terjadi dalam 1 tahun dengan jumlah penduduk yang menderita penyakit tersebut pada tahun yang sama
Rumus:  CFR = (P/T)k
P = Jumlah kematian terhadap penyakit tertentu
T = jumlah penduduk yang menderita penyakit tersebut pada tahun
yang sama

 

Dalam ukuran-ukuran epidemiologi sering menggunakan kata-kata  seperti biasanya, kadang-kadang, jarang. Kesepakatan kecil tentang arti umumnya yang digunakan kata-kata untuk frekuensi

1. “biasanya” bernilai  0,5 – 0,8

2. “Kadang-kadang” bernilai  0,2 – 0,6

3. “jarang” bernilai  0,01 – 0,2  

Ukuran Frekuensi Masalah Kesehatan

1. Tipe kuantitas matematis

Tipe kuantitas matematis terdiri dari:  

1. Enumerasi (hitungan) atau angka mutlak yaitu Jumlah kasar atau frekuensi

Contoh: 10 kasus, 1961 kasus

2. Rasio  yaitu nilai yang didapat dengan pembagian suatu kuantitas dengan kuantitas yang lain. kuantitas numerator (pembilang) boleh berbeda dari kuantitas denominator (penyebut) atau denominator mungkin tidak memuat numerator

Contoh: Rasio Dokter-Bidan

3. Proporsi suatu fraksi atau tipe rasio yang unsur numerator adalah bagian dari denominator. Bila dikalikan dengan 100, biasanya disebut suatu persentase.

Contoh: 28/56 = 0,5; 0,5 x 100% = 50%

Ada 28 kasus dari 56 orang. Berarti proporsi kasus adalah 50%.  

 

Proporsi adalah perbandingan yang pembilangnya merupakan bagian dari penyebut Proporsi digunakan untuk melihat komposisi suatu variabel dalam populas

Rumus  Proporsi : x / (x+y) x k

4. Rate yaitu Tipe spesifik dari rasio yang digunakan mengkuantifikasi proses dinamik seperti pertumbuhan dan kecepatan  

Format umum dari rate adalah

Rate= Numerator / denominator x F

Numerator adalah jumlah orang atau individu yang mengalami peristiwa.

Denominator adalah jumlah populasi berisiko (jumlah total orang atau keseluruhan individu yang mungkin mengalami peristiwa).

F adalah faktor pengali, biasanya kelipatan 10, mengkonversi rate dari suatu fraksi ke suatu jumlah keseluruhan

 

2. Tipe ukuran yang digunakan dalam epidemiologi   

1.Ukuran frekuensi penyakit yaitu Merefleksikan besar kejadian penyakit (morbiditas) atau kematian karena penyakit (mortalitas) dalam suatu populasi. Biasanya diukur sebagai suatu rate atau proporsi   

a. Insidens (incidence)   

merefleksikan jumlah kasus baru (insiden) yang berkembang dalam suatu periode waktu di antara populasi yang berisiko. Yang dimaksud kasus baru adalah perubahan status dari sehat menjadi sakit. Periode Waktu adalah jumlah waktu yang diamati selama sehat hingga menjadi sakit

b.  Prevalens (prevalens)  Merefleksikan jumlah kasus yang ada (kasus lama maupun kasus baru) dalam populasi dalam suatu waktu atau periode waktu tertentu. Probabilitas bahwa seorang individu menjadi kasus (atau menjadi sakit) dalam waktu atau periode waktu tertentu  

c. Mortalitas (mortality)  

Merefleksikan jumlah kematian dalam suatu populasi    

 

2.Ukuran asosiasi yaitu Merefleksikan kekuatan atau besar asosiasi antara suatu eksposur/faktor risiko dan kejadian suatu penyakit. Memasukkan suatu perbandingan frekuensi penyakit antara dua atau lebih kelompok dengan berbagai derajat eksposur. Beberapa ukuran assosiasi digunakan untuk mengestimasi efek  

a. Ukuran rasio (perbandingan relatif) yaitu rasio dua frekuensi penyakit membandingkan kelompok terpajan dengan kelompok tidak terpajan

b. Ukuran perbedaan efek (perbadingan absolut) yaitu perbedaan antara ukuran frekuensi penyakit suatu kelompok terpajan dan kelompok yang tidak terpajan

c. Koefisien model yaitu koefisien variabel diturunkan dari model matematis yang menujukkan besarnya hubungan antara variable eksposur dan penyakit

d. Koefisien korelasi yaitu ukuran lain asosiasi yang juga diturunkan dari model matematis, namun tidak merefleksikan parameter kausal

 

 

3. Ukuran efek/dampak yaitu. Merefleksikan dampak suatu faktor pada frekuensi atau risiko dari suatu masalah (outcome) kesehatan. Merefleksikan kelebihan jumlah kasus  karena suatu faktor (attributable) atau jumlah kasus yang dapat dicegah oleh eksposur (pemajan)

 

a. Ukuran perbedaan dampak/efek

Perbedaan risiko = Risk Difference (RD) = Attributable Risk (AR) = Excess Risk (ER) = Absolute Risk (AR), [Risiko pada kelompok terpajan] – [Risiko pada kelompok tidak terpajan]

Berguna untuk mengukur besarnya masalah kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh suatu pemajan serta bermanfaat untuk penilaian prioritas untuk aksi kesehatan masyarakat (Public Health Action)

b. Fraksi atributabel = fraksi etiologik = Etiologic Fraction (EF) = attributable fraction = AF

Dinyatakan sebagai pembagian risk difference dengan rate kejadian pada populasi yang terpajan. Proporsi penyakit yang akan dieliminasi jika tidak ada pemajan pada populasi yang tertentu

AF = (Insidens (populasi) – Insidens (tidak terpajan) ) / Insidens (populasi)

 

 

 

 

Daftar Pustaka

PPT yang telah diberikan oleh Dosen

https://www.slideshare.net/ngulyasketsasemu/ukuran-epidemiologi-47648231 

http://dr-suparyanto.blogspot.com/2010/05/ukuran-ukuran-dalam-epidemiologi.html 

https://epidemiolog.wordpress.com/2011/02/24/ukuran-ukuran-epidemiologi/ 

https://www.ucarecdn.com 

Komentar